Selasa, 18 Maret 2014

Misa Deigratia II Bulan Maret 2014

Salam Damai Sejahtera bagi kawan Deigratia sekalian,
Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus, kembali kami mengundang suster, bapak, ibu dan saudara/saudari sekalian untuk bersama-sama merayakan perayaan Misa Ekaristi pada:
Hari,Tanggal: Minggu, 23 Maret 2014
Pukul : 13.00 (1.00 PM)
[diawali dengan persiapan misa terlebih dahulu, 13.30 (1.30 PM) tepat misa akan dimulai]
Tempat : LABOR PASTORAL COMMISSION OF THE ARCHDIOCESE OF SEOUL
Alamat : Bomun-dong 5ga 14-1, 5F Seongbuk-gu, 136-085.
Adapun setelah Misa,seperti biasa akan diadakan santap makan bersama.
Konsumsi kali ini kemungkinan akan dipersiapkan oleh Bu Anny.
Untuk membantu petugas konsumsi, sesuai gilirannya, harap kelompok "Lukas" siap sedia untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Bu Anny barangkali dibutuhkan bantuan untuk membawa konsumsinya. Selain membantu persiapan konsumsi, akan dicoba juga merangkap menjadi petugas liturgi. Harap berkoordinasi dengan Saudara Eduardus Budi.

Kelompok "Lukas"
Eduardus Budi
Susanty Aprillia
Irene Margaret
Gabriella Linda
Kevin Tukong
Yanuar Alan Sulistio
Heroniko Halim
Flabianus Hardi

===================================================================
"Kata dan Tindakan"
[Yes 1:10,16-20; Mzm 50:8-9,16bc-17,21,23; Mat 23:1-12]

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi tidak hanya melanjutkan adat istiadat yakni tradisi lisan yang diterima dari Musa melalui nenek moyang mereka, namun mereka membuat penafsiran sendiri dengan menambah banyak hal. Sikap mereka digambarkan dengan kesombongan yang berlawanan dengan semangat kerendahan hati dari para pengikut Kristus. Mereka mengajarkan banyak kebaikan, namun tidak melakukan. Penginjil Matius mengajak kita untuk menanam sikap rendah hati bukan kesombongan, keterbukaan bukan perpecahan.

Kita hidup dalam dunia yang penuh dengan janji-janji. Begitu mudah orang mengobral janji, tetapi tidak mudah menepatinya. Janji bukan lagi hutang, namun menjadi hal yang diobral murah. Yesus mewartakan Kerajaan Allah dengan Sabda dan perbuatan nyata. Ia mengajarkan kepada para pengikut-Nya keharmonisan antara yang dikatakan dan yang harus dilakukan. Yang terpenting dalam masa Prapaskah ini adalah bertobat dan membarui diri dari sikap banyak berbicara, namun enggan untuk bersaksi nyata. Iman tanpa perbuatan adalah hampa.

See more at: http://www.hidupkatolik.com/
==================================================================

Have a nice day !!
God bless !!

1 komentar:

  1. Syalom,

    Perkenalkan saya Septian dari Jakarta.
    Kebetulan bulan depan saat pekan suci saya akan mengadakan perjalanan ke Seoul selama 5-6 hari. Kemungkinan besar saya akan mengikuti Misa Kamis Putih dan Jumat Agung di Seoul. Oleh karena itu, saya mohon info misa pekan suci di Seoul yang berbahasa Inggris atau Indonesia jika ada.

    Terima kasih.

    Salam,
    Septian Marhenanto

    BalasHapus