Senin, 09 Juli 2018

Wisata Rohani Jeoldusan Martyrs' Shrine

Mengisi kekosongan misa dwi-mingguan kali ini, sejumlah anggota Deigratia mengikuti kegiatan wisata rohani dengan mengunjungi Jeoldusan Martyrs' Shrine, salah satu tempat ziarah utama umat Katolik di Korea Selatan. Jeouldusan adalah saksi bisu dari sejarah kelam penyebaran agama Katolik di Korea Selatan. Di tempat inilah ratusan martir Katolik dieksekusi dengan cara (maaf) dipenggal, termasuk St. Andreas Kim Tae-gon pastor pertama dari negara Korea. Oleh karena itu, tempat ini menjadi tempat sakral di antara umat Katolik Korea Selatan, terlebih dengan tersimpannya 28 relikui santo-santa, sehingga setiap biarawan/wati termasuk Paus Yohanes Paulus II (1984), Mother Theresa (1985) dan Paus Fransiskus (2014) yang ke Korea Selatan selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat ini.


Pelataran 28 relikui Santo/Santa

Beberapa patung di dalam Jeoldusan (ki-ka): 1) Patung Yesus memegang daun palma, 2) Patung siluet Yesus, 3) Patung St. Yosef menggendong Yesus, 4) Patung Bunda Maria


Secara khusus, di tengah tempat ini dibangun sebuah pelataran dan patung St. Andrew Kim Tae-gon, rohaniawan Katolik pertama dari tanah Korea. Kegiatan wisata rohani ini diakhiri dengan mengikuti misa dan beramah tamah dengan 원종현 (Father Jacob) selaku Pastor Kepala (Pimpinan) di Jeoldusan Martyrs' Shrine.


Pelataran memorial (ki) dan patung (ka) St. Andrew Kim Tae-gon


Bertemu dan beramah tamah dengan Pastur Won Jong Hyeon selaku Pastur Kepala (Pimpinan) di Jeoldusan Martyrs' Shrine


Informasi lebih lengkap tentang Jeoldusan dapat dilihat pada link berikut www.jeoldusan.or.kr (dalam bahasa Korea).

Bagi Bapak/Ibu/Saudara/i umat Katolik Indonesia, khususnya yang berada di Korea Selatan, yang ingin mengenal lebih jauh dan mendapatkan informasi berkala tentang kegiatan seperti ini, silakan daftar dalam Facebook group Deigratia yang tertera pada link berikut https://www.facebook.com/groups/197012870320139/. Secara rutin, kami akan menyampaikan informasi jadwal misa bahasa Indonesia dan kegiatan kerohanian lainnya.

Terima kasih. Semoga Tuhan memberkati.

1 komentar:

  1. Halo, apakah misa dalam Bahasa Indonesia masih berlangsung? Terima kasih

    BalasHapus