Salam Damai Sejahtera bagi kawan Deigratia sekalian,
Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus, kembali kami mengundang suster, bapak, ibu dan saudara/saudari sekalian untuk bersama-sama merayakan perayaan Ekaristi pada:
Tanggal: 23 Februari 2014
Pukul : 13.00 (1.00 PM)
[diawali dengan persiapan misa terlebih dahulu, 13.30 (1.30 PM) tepat misa akan dimulai]
Tempat : LABOR PASTORAL COMMISSION OF THE ARCHDIOCESE OF SEOUL
Alamat : Bomun-dong 5ga 14-1, 5F Seongbuk-gu, 136-085.
Adapun setelah Misa,seperti biasa akan diadakan santap makan bersama.
Konsumsi kali ini kemungkinan akan dipersiapkan oleh Bu Anny.
Untuk membantu petugas konsumsi, sesuai gilirannya, harap kelompok "Petrus" siap sedia untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Bu Anny barangkali dibutuhkan bantuan untuk membawa konsumsinya. Selain membantu persiapan konsumsi, akan dicoba juga merangkap menjadi petugas liturgi. Harap berkoordinasi dengan Saudara Eduardus Budi.
Kelompok "Markus"
Yohana Kurnia Endah
Fajar Sastrowijoyo
Chris Tiand
Theresia Ratih Ds
Bimo Satrio
Devina Maria Delphine
Christine Adelina Luie
Stefani Adriana
"Orang-orang sering datang ke Misa karena mereka memiliki kebutuhan untuk dihadirkan dihadapan Allah. Ini tidak salah. Tapi prioritasnya adalah adorasi, pujian, syukur, dan penebusan, bukan diri kita dan apa yang kita butuhkan. Bahkan lebih salah lagi bila orang-orang datang Misa untuk menikmati musik, mengagumi pengkhotbah, untuk menunjukkan talentanya, atau untuk berhadapan dalam kekaguman dan afirmasi timbal balik antara imam dan umat. Bila kita mengijinkan Ekaristi Kudus memberikan kekuatan agungnya dalam panggilan dan misi Kristen kita, kita harus belajar untuk melihatnya, pertama dan terutama sebagai tindakan penyembahan yang diarahkan kepada Allah - Francis Cardinal Arinze"
[Francis Arinze (lahir di Onitsha, Nigeria, 1 November 1932; umur 81 tahun) merupakan seorang Kardinal Gereja Katolik Roma Nigeria Igbo.
Dia lahir di Desa Eziowelle, Nigeria, pada 1 November 1932.
Sejak usia sembilan tahun dia berpindah keyakinan semula agama tradisional menjadi Katolik. Dia sudah menjadi pastur di usia seperempat abad, dan menjadi kardinal pada usia 52 tahun. Sebuah perjalanan mulus tanpa hambatan dia lalui dan keteguhannya pada ajaran Kristus membuat dia tersohor sebagai kardinal paling konservatif.
Arinze juga pernah bekerja di Vatikan dan bertugas pada divisi dialog antar agama, kecuali Yahudi. Dia dikenal menjadi kardinal paling bersahabat dengan umat Muslim sejagat lantaran saban tahun tak lupa mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri. Namun amat dilema jika dia terpilih lantaran usianya kini sudah menginjak 80 tahun.]
Have a nice day !!
God bless !!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar